2 Jenis Asuransi Jiwa di Indonesia [plus minus]

2 Jenis Asuransi Jiwa di Indonesia [plus minus]

Mungkin ada beberapa dari anda yang mulai kepo dan cari cari info tentang jenis asuransi jiwa.

Apalagi disaat kondisi saat ini dunia dihebohkan dengan munculnya virus corona sehingga hampir semua negara terkena imbas dari virus ini.

Dan melihat banyaknya korban yang timbul maka mulai timbul niatan bagi anda untuk mencari produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan anda. Terlebih dengan pemberitaan virus corona dari berbagai media yang menghiasi hampir semua media baik cetak, elektronik , bahkan sampai medsos pun ramai membahas hal ini.

Lahirnya BPJS Kesehatan beberapa tahun belakangan ini memang membuat masyarakat Indonesia lebih peduli dan lebih teredukasi untuk memiliki asuransi. Sayangnya masih banyak orang yang masih bingung dan awam sekali mengenai produk produk asuransi.

Salah satu yang membuat masyarakat bingung adalah banyaknya varian dan ragam dari asuransi itu sendiri. Nah pada kesempatan kali ini melekkeuangan akan membahas jenis jenis asuransi jiwa di Indonesia.

 

 

 jenis-jenis-asuransi-jiwa

Pengertian Asuransi Jiwa

Sebelum masuk pada jenis asuransi jiwa anda perlu mengetahui  pengertian asuransi jiwa itu sendiri. Jadi menurut AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia ) Asuransi  adalah sebuah perjanjiian hukum antara perusahaan asuransi dengan pihak yang menggunakan asuransi, perjanjian ini disebut kontrak asuransi dan bentuk fisik dari penjanjian ini berupa polis asuransi.

Jadi ketika seseorang mengajukan permohonan asuransi jiwa kepada perusahaan asuransi maka yang terjadi adalah kedua belah pihak telah melakukan akad dengan cara pemegang polis membayarkan sejumlah premi kepada pihak penanggung dalam hal ini perusahaan asuransi

Dan sebaliknya pihak penanggung setuju untuk membayarkan sejumlah dana yang telah disepakati apabila terjadi resiko  (sakit, kecelakaan, kematian ) terhadap pihak tertanggung sesuai dengan akad yang telah disepakati bersama.

Jika anda masih bingung dengan definisi diatas bisa saya gambarkan bahwa fungsi asuransi jiwa adalah sebagai bentuk perlindungan dari potensi kerugian financial yang bisa muncul akibat pencari nafkah terkena resiko dalam hal ini bisa sakit,kecelakaan sampai meninggal dunia. Sebuah keluarga akan rentan terkena masalah finansial jika pencari nafkahnya terkena masalah.

jika seorang pencari nafkah mendapat PHK dan tidak bekerja itu sudah menjadi masalah bagi keluarganya apalagi jika pencari nafkah harus berpulang dan tidak ada lagi yang bisa menjadi tulang punggung keluarganya. Sementara biaya hidup seperti kebutuhan bulanan, biaya sekolah anak, dan lainnya. Nah disinilah peranan Asuransi untuk bisa mentransfer resiko tersebut.

Berdasarkan jenisnya asuransi terbagi menjadi 2 yaitu asuransi jiwa dan asuransi umum. Pada artikel kali ini akan dibahas lebih detail mengenai asuransi jiwa.

 

Berikut 2 Jenis Asuransi Jiwa di Indonesia

Pada dasarnya Asuransi Jiwa dibagi menjadi dua, yaitu,

1.  Asuransi Jiwa Tradisional

2. Asuransi Jiwa Modern ( Unit Link)

 

asuransi jiwa

Sedangkan asuransi jiwa tradisional terbagi menjadi tiga, yaitu

a. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Berjangka)

Pada asuransi jiwa berjangka kontrak asuransi berlangsung selama jangka waktu asuransi yang disepakati., minimal disini adalah 1 tahun dan jika tidak diperpanjang maka kontrak akan berakhir.

Contohnya jika anda ingin mengambil jangka waktu 10 tahun dengan uang pertanggungan 1 Milyar maka perusahaan akan menentukian premi  yang harus dibayarkan oleh peserta.

Perlindungan akan berlaku selama 10 tahun dan  jika terjadi resiko dengan peserta maka perusahaan asuransi akan memberikan santunan asuransi sebesar 1 Milyar sesuai dengan isi kontrak polis. Namun setelah jangka waktu 10 tahun berakhir maka berakhir pula perlindungan asuransinya, dan jika terjadi resiko terhadap peserta setelah 10 tahun maka perusahaan asuransi sudah tidak memiliki kewajiban apa apa.

Asuransi ini merupakan asuransi jiwa murni dimana tidak ada nilai investasi yang dijanjikan. Jadi premi yang telah dibayarkan tidak akan kembali jika tidak terjadi resiko .

Asuransi jenis ini sangat cocok untuk anda yang ingin memiliki Asuransi Jiwa dalam jangka pendek sehingga premi yang dibayarkan akan sangat terjangkau . Cocok untuk keluarga muda yang masih banyak kebutuhan.

Kelebihan :

  • Premi Asuransi murah karena merupakan asuransi jiwa murni.
  • Memiliki kesempatan memiliki santunan asuransi jiwa yang besar hingga milyaran rupiah.

Kekurangan :

  • Tidak ada manfaat nilai tunai dari jenis asuransi ini.
  • Jika kontrak sudah berakhir dan tidak dilakukan perpanjangan, maka jika membuat baru premi akan lebih mahal dan akan dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan terkini.
  • Tidak bisa menambah manfaat asuransi di tengah jalan.

 

b. Asuransi Jiwa Whole Life (Seumur Hidup)

Pada jenis asuransi jiwa ini mempunyai masa pertanggungan hingga umur 99 tahun atau bisa dikatakan seumur hidup. Masa pembayaran premi lebih pendek dibandingkan dengan perlindungan yang didapatkan.

Misalkan kontrak pembayaran hanya 10 tahun saja, selanjutnya tidak membayar premi lagi. tetapi proteksi tetap berjalan sampai peserta berusia 99 tahun.

Kondisi diatas bukan berarti setelah tahun ke 11 sampai usia 99 tidak membayar premi lagi hanya biaya premi sudah dibebankan di awal kontrak yaitu selama 10 tahun.

Maka dari itu premi pada asuransi jiwa whole life ini akan lebih mahal karena perusahaan asuransi akan membebankan biaya asuransi yang besar di 10 tahun kontrak agar peserta mendapatkan perlindungan sampai 99 tahun.

Nah pada jenis asuransi ini ada nilai tunai yang dibayarkan. Jadi jika peserta asuransi melakukan surender atau penutupan polis maka akan ada nilai tunai yang dijamin atau dibayarkan (tertera dalam polis).

Asuransi jiwa whole life cocok untuk orang yang tidak mau repot membayar asuransi setiap tahunnya. Karena dengan hanya membayar 10 tahun saja maka sudah bisa dikatakan mendapat perlindungan seumur hidup.

Kelebihan :

  • Adanya nilai tunai yang didapatkan oleh peserta diakhir kontrak.
  • Jika berhenti ditengah jalan akan tetap ada nilai tunai yang bisa dicairkan (tertera dalam polis)

Kekurangan :

  • Premi lebih mahal karena harus membayar biaya premi seumur hidup hanya di masa kontrak, misal 10th.
  • Nilai tunai yang didapatkan diakhir kontrak tidak akan terlalu besar karena memang bukan fokus untuk invetasi.
  • Tidak bisa menambah manfaat asuransi dan komposisi ditengah jalan.

 

c. Asuransi Dwiguna (endowment)

Jenis asuransi dwiguna ini mirip dengan asuransi berjangka hanya dijenis asuransi ini memberikan jaminan nilai tunai (tabungan).  Jadi bisa dibilang asuransi jenis ini memberikan dua manfaat yaitu manfaat proteksi dan tabungan.

Asuransi jenis ini banyak dipakai untuk menyiapkan dana pendidikan dan dana pensiun.

Jadi kelebihan dari asuransi ini adalah memberikan 2 fungsi sekaligus yaitu proteksi dan tabungan maka dari sisi premi akan lebih tinggi dibanding asuransi tradisional lainnya karena alokasi dananya juga diperuntukkan untuk tabungan.

Dan biasanya justru nilai pertanggungan atau proteksi yang didapatkan kecil karena jenis asuransi ini tidak berfokus pada proteksi semata.

Jadi kesimpulannya peserta yang memiliki jenis asuransi ini akan mendapatkan santunan sejumlah nilai kontrak polis jika ada resiko meninggal dunia dan jika tidak terkena resiko saat jangka waktu polis berakhir maka akan mendapatkan nilai tunai.

Kelebihan :

  • Nilai tunai bisa diambil sebagian ditengah masa kontrak sesuai dengan kontrak yang disepakati peserta dengan perusahaan asuransi.
  • Jika saat berakhirnya masa kontrak tidak terjadi resiko maka akan keluar seluruh uang nilai tunainya.

Kekurangan:

  • Premi akan lebih mahal dibanding asuransi berjangka karena ada manfaat tabungan disini.
  • NIlai proteksi asuransi biasanya tidak terlalu besar sehingga kurang cocok untuk orang yang ingin fokus ke proteksi.
  • Tidak bisa merubah manfaat asuransi saat polis masih berjalan.

 

Baca juga : Dahulukan Investasi atau Lunasi Hutang Ya??

 

Asuransi Jiwa Modern ( Unitlink )

Asuransi yang sudah cukup banyak dikenal di masyarakat adalah asuransi unitlink, dimana cukup banyak sekali perusahaan asuransi yang berfokus untuk penjualan diproduk ini . Ditambah dengan banyaknya agen asuransi yang juga banyak memberikan edukasi asuransi dan menawarkan asuransi jenis ini kepada calon nasabahnya.

Unit link bisa dikatakan merupakan produk gabungan antara asuransi dan investasi, dan tujuan dari pembentukan nilai investasinya adalah agar bisa membiayai biaya asuransi sehingga proteksi bisa terus berjalan terus.

Jadi pembayaran premi yang dibayarkan oleh peserta akan dipecah menjadi 2 pos oleh perusahaan asuransi yaitu untuk membayar premi asuransi dan untuk uang untuk investasi.

Uang yang masuk dari pos investasi akan dibelanjakan untuk membeli unit penyertaan dari keranjang investasi bentukan perusahaan asuransi tersebut. Keranjang investasi berikut berisi instrumen instrumen investasi seperti deposito,obligasi, saham dan lainnya dengan porsi tertentu sesuai dengan pilihan peserta.

Mirip dengan asuransi whole life dimana tujuan dari asuransi unit link adalah agar manfaat proteksi yang didapat oleh peserta bisa dirasakan dalam jangka panjang sedangkan masa bayar premi cukup 10-20 tahun saja.

 

asuransi jiwa unitlink

 

Perbedaannya disini adalah pada unit link porsi investasi betul betul dipisah sehingga peserta bisa memantau nilai investasinya dari pergerakan nilai unit  yang bergerak sesuai kondisi pasar. Jadi besarnya nilai investasi akan fluktuatif sesuai dengan harga unit terkini.

Cukup banyak perdebatan mengenai Asuransi Unit link ini ada yang mendukung ada yang kontra juga. Baiknya untuk anda yang mencari asuransi silahkan lihat mana yang paling cocok dengan kondisi dan kebutuhan anda.

Jangan termakan omongan tetangga, saudara, teman karena mereka semua punya perspektif dan sudut pandang masing masing. Toh anda yang akan membayar premi dan keluarga anda yang akan dapat benefit asuransi itu sendiri maka dari itu silahkan anda pilah pilih mana yang paling cocok dengan anda.

Kelebihan:

  • Peserta asuransi mendapatkan dua manfaat yaitu proteksi dan investasi.
  • Manfaat asuransi bisa dirubah ditengah jalan misal awalnya manfaat asuransi jiwa 500jt bisa dirubah menjadi 1 M karena asuransi unit link fleksible.
  • Ketika tidak bisa membayar ditengah jalan ada fasilitas cuti premi alias tidak bayar premi untuk sementara waktu sedangkan manfaat asuransi tetap berlaku.
  • Jika hasil investasi bagus maka peserta berpotensi mendapat return yang besar.
  • Ada manfaat asuransi turunan (rider) seperti kesehatan,kecelakaan, sakit kritis selain asuransi jiwa.

Kekurangan :

  • Pembayaran premi panjang minimal 20 tahun agar menjaga nilai tunai cukup untuk biaya asuransi dimasa depan.
  • Ada resiko nilai investasi turun ketika pasar sedang mangalami kondisi kondisi tertentu.
  • Biaya yang besar yaitu biaya akuisisi, biaya asuransi.

 

teliti membeli asuransi

 

Pilih Asuransi Yang Sesuai Kebutuhan

Silahkan anda mencari berbagai info dan membandingkan penawaran dari berbagai agen asuransi sebelum memilih untuk membeli asuransi. Pastikan produk yang anda beli sesuai dengan kebutuhan keluarga anda. Pilih juga perusahaan asuransi yang sehat dan pilih agen asuransi yang resmi dan terpercaya.

Jika membutuhkan saran mengenai asuransi yang sesuai silahkan hubungi profesional yang memang sudah ahli dibidangnya. Anda bisa menghubungi financial planner atau perencana keuangan yang anda percaya. Karena membeli asuransi itu tidak untuk jangka pendek tapi untuk jangka panjang. Pastikan anda tidak salah dalam memilih asuransi untuk keluarga anda.

 

Demikianlah artikel mengenai 2 jenis asuransi jiwa di Indonesia. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi kontak kami. Dan jangan sungkan untuk share informasi ini …

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: