Tips Mengenali Hutang Baik dan Hutang Jahat

Tips Mengenali Hutang Baik dan Hutang Jahat

Tips Mengenali Hutang Baik dan Hutang Jahat Melekkeuangan

 

Apa Itu Hutang ?

Hutang menurut kamus besar bahasa indonesia uang yang dipinjam dari orang lain. Kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima itu adalah devinisi hutang yang berkaitan dengan keuangan menurut kamus besar bahasa indonesia.

Sebenarnya kalau ditanyakan kepada semua orang pasti tidak ada yang ingin berhutang namun adakalanya timbulnya hutang tidak bisa dihindari baik itu hutang kepada teman atau kepada lembaga pembiayaan.

Kebutuhan seseorang berbeda beda setiap individunya. Mungkin hutang bisa muncul untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan seperti pembelian rumah, pembelian kendaraan, atau mungkin untuk pendidikan anak.

Hutang sebaiknya anda hindari tapi jika memang harus berhutang anda harus belajar mengelola hutang supaya anda tidak terjebak dengan hutang konsumtif.

 

Apa Alasan Anda Berhutang ?

setujukah anda jika ada yang mengatakan hidup tanpa hutang itu terasa menyenangkan??

Saya pribadi setuju dengan statement diatas. Jika anda tidak memiliki hutang maka anda tidak akan terbebani dengan cicilan yang harus dibayar setiap bulannya. Sehingga anda akan memiliki dana yang bisa dialokasikan untuk investasi kedepannya.

Tetapi kalau anda terpaksa harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan anda maka saya lebih menyoroti apa alasan anda berhutang. Kalau hutang yang anda lakukan untuk membeli aset aset yang produktif yang dimasa depan kecenderungannya naik maka sah sah saja.

Dan kalau hutang yang anda ambil adalah hutang konsumtif, maka ini adalah langkah yang keliru dan bisa menjadi bumerang bagi anda sendiri. Terlebih di jaman ini gaya hidup masyarakat kebanyak mendorong anda untuk lebih boros.

Handpone setiap tahunnya selalu keluar seri terbaru. Secara berkala di mall juga pasti akan diadakan pameran handpone, elektronik, tour wisata dan yang lainnya. Dan mirisnya anda akan diberikan banyak sekali hadiah dan merchandise menarik jika anda melakukan pembayaran secara kredit.

Hal ini menjadi kurang tepat bilamana anda tergiur dengan hal tersebut dan membeli barang secara kredit melalui kartu kredit anda. Sehingga mulai bulan depan hidup anda akan mulai didatangi dengan yang namanya cicilan.

Dan celakanya lagi barang yang anda beli seperti handpone atau elektronik seperti TV itu akan turun nilainya dari waktu ke waktu.

Jadi apapun jawaban anda menurut saya yang lebih penting disini adalah mengetahui apa alasan anda berhutang.

Apakah untuk membeli hal yang penting ataukah hanya sekedar memenuhi keinginan semata atau untuk memenuhi lifestyle saja, biar diliat orang selalu gaul, kekinian, dan tajir…hehehe (ayo ngaku anda yang mana)

Nah sekarang ini anda harus mengetahui bahwa Hutang itu ada yang BAIK dan ada yang JAHAT. Yuk kita bahas Tips Mengenali Hutang Baik dan Hutang Jahat.

Tips Mengenali Hutang Baik dan Hutang Jahat Melekkeuangan

Apakah Hutang Baik dan Jahat

 

Hutang Baik

Adalah hutang yang nilai objeknya akan meningkat dimasa depan sehingga anda akan mendapati aset yang anda beli nilainya meningkat (Capital Gain) atau bisa menghasilkan income tambahan bagi anda (Pasif income). Beberapa contoh hutang baik diantaranya :

1. Hutang Produktif

Hutang produktif adalah hutang yang nilai objeknya akan meningkat tiap tahun dan anda akan mendapatkan capital gain dimasa depan. Kebanyakan hutang ini banyak terjadi dipembelian property.
contohnya
Hutang untuk membeli rumah, membeli ruko, membeli apartement, hutang membeli tanah.

2. Hutang bisnis

Hutang bisnis merupakah hutang yang anda bisa gunakan untuk menambah modal dan ekpansi bisnis anda yang tujuannya untuk meningkatkan income kita setiap bulannya.
contohnya
Hutang modal kerja, Hutang mobil untuk rental.

 

Tips Mengenali Hutang Baik dan Hutang Jahat Melekkeuangan

HUTANG JAHAT

Hutang ini merupakan hutang  yang sifatnya hanya untuk konsumtif atau kesenangan sementara. Dan biasanya hutang ini timbul karena anda gagal dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Sehingga anda terjebak dalam hutang konsumtif ini.

Contohnya hutang jahat ini antara lain :
Hutang untuk life style, Hutang untuk beli Hp, Hutang membeli barang elektronik,Hutang Kartu Kredit, Hutang KTA.

kenapa sih hutang diatas  dikatakan jahat, karena sudah sangat jelas bahwa hutang hutang ini sama sekali tidak produktif dan menambah nilai aset anda. Justru barang barang yang anda beli itu nilainya akan turun dari waktu ke waktu.

Waktu pertama diluncurkan Iphone 5 dan Samsung Note 4 memiliki harga jual 10 jutaan. Coba hari ini anda jual barang tersebut apakah harganya akan menjadi 15 juta ?

Saya rasa anda sudah bisa menjawabnya sendiri. Yang terjadi adalah harganya secondnya sekarang hanya sekitar 4jtan saja. Artinya sudah turun sekitar 6jt sejak anda membelinya.

Bandingkan jika anda berinvestasi dipasar modal dan anda membeli saham perusahaan blue chip. Dengan asumsi kenaikan 20% setiap tahunnya maka nilai aset anda akan meningkat dari waktu ke waktu.

Hal diatas bisa menjadi contoh untuk anda bisa membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan. Bayangkan kerugian yang anda dapatkan jika setiap 1 tahun sekali anda selalu mengikuti tren hp terlebih membelinya dengan cara hutang.

Selain itu masih banyak sekali kesalahan yang terjadi dimasyarakat sekarang ini. Ketika anda berbelanja di mall dan anda akan membayar ke mesin kasir, alih alih anda bisa membayar secara tunai tetapi karena anda merasa bisa dihutang kenapa harus cash. Dan akhirnya kartu kredit yang digesek. Dan akhirnya itu menjadi kebiasaan anda.

Dibulan depan akan muncul tagihan sebesar jumlah belanja anda contohnya 3jt rupiah. Karena bank hanya mensyaratkan pembayaran 10% anda kembali happy karena cukup membayar Rp 300.000 saja.

Padahal mulai anda membayar tagihan minimum artinya anda sudah menjadi sapi perah selama tagihan anda belum lunas. Jangan sampai anda terjebak dalam kondisi seperti ini.

 

Basmi Segera Hutang Jahat

 

Coba anda sekarang melakukan pengecekan terhadap hutang yang anda miliki. Jika masih terdapat hutang konsumtif segeralah selesaikan agar anda bisa mulai merencanakan keuangan anda dengan baik.

Anda juga tidak perlu bergaya dengan berinvestasi selama hutang konsumtif anda belum selesai. Ada lubang besar yang harus anda tambal terlebih dahulu.

Analoginya seperti ini. Untuk apa anda mempunyai deposito syariah dengan imbal hasil 5% per tahun sementara disisi lain anda harus membayar bunga kartu kredit yang nilainya 2.25% setiap bulannya artinya itu 26% setahun.

Setelah anda menyelesaikan hutang konsumtif  silahkan anda mulai berinvestasi. Karena sudah tidak ada lagi yang akan mengerogoti income anda setiap bulannya.

Jadi jika ditanyakan kembali pertanyaan diawal saya sangat SETUJU sekali jika ada yang mengatakan hidup tanpa hutang itu terasa menyenangkan.

Ketika anda tidak memiliki hutang maka hidup anda akan damai dan anda punya banyak alokasi untuk membuat dana darurat, menyiapkan proteksi, investasi, dan menyiapkan hari tua anda dengan baik.

Jadi jika anda harus terpaksa berhutang pastikan anda mengambil hutang yang baik tetapi dengan catatan nilai cicilannya tidak lebih dari 30% dari penghasilan anda.

baca juga : 6 langkah melunasi hutang konsumtif ( Terbuki Ampuh  )

 

Hutang Baik Bisa Menjadi Jahat

 

Anda harus juga berhitung dengan matang ketika berhutang. HUTANG BAIK yang nilai cicilannya lebih dari 30% dari penghasilan anda maka akan berubah menjadi HUTANG JAHAT.

Kenapa bisa begitu????

Jawabannya karena jika alokasi cicilannya lebih dari 30% maka itu akan mengorbankan pos pos yang lain yaitu pos investasi, pos keinginan , dan pos Kebutuhan anda. Pos kebutuhan akan sangat sulit untuk dikurangi.

Sehingga kalau pos kebutuhan anda sudah tidak cukup, maka saya pastikan anda akan mempunyai hutang baru untuk menutupi kebutuhan anda. Dan hidup anda akan mulai tertekan dan tidak nyaman.

Itulah sebabnya pastikan cicilan anda tidak lebih dari 30% dari penghasilan anda jika anda mengambil HUTANG BAIK dan Menjauhlah dari HUTANG JAHAT.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membuat anda lebih bijak lagi dalam mengelola hutang. Silahkan like dan share jika anda merasa artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: