6 Cara Mengelola Keuangan Pribadi Agar Tidak Boros

6 Cara Mengelola Keuangan Pribadi Agar Tidak Boros

 

Melekkeuangan.id,- Seperti yang sudah diketahui bahwa manejemen keuangan sangatlah penting, jika uang semakin sedikit bahkan tidak ada itu adalah hal buruk. Semua ini tergantung  bagaimana cara mengelola keuangan, kalau baik dan tepat maka semua akan baik-baik saja, tapi jika salah maka keuangan yang jadi imbasnya.

Faktanya, sebagian besar orang tidak mengelola uang dengan benar. Beberapa sumber melaporkan bahwa orang sangat buruk dalam hal keuangan dan memiliki rencana pengelolaan uang yang baik dapat menjadi sedikit cahaya bagi orang yang mencoba untuk mendapatkan kehidupan finansial yang teratur.

Mengelola uang seperti apa pun membutuhkan waktu untuk memahami dan meningkatkannya. Dan untuk menguasainya, dibutuhkan juga komitmen serta pemahaman yang kuat tentang situasi keuangan Anda. Ini adalah Cara Mengelola Keuangan Pribadi Agar Tidak Boros.

 

cara mengelola keuangan

 

6 Cara Mengelola Keuangan Pribadi Agar Tidak Boros

Semua orang pernah mengendalikan keuangan dan mengatur kehidupan finansialnya, cepat dan lambat, pasti anda akan berpikir bahwa ini adalah hal yang penting. Nah berikut ini ada 3 Cara Mengelola Keuangan Pribadi Agar Tidak Boros, yaitu :

1. Buat Anggaran

Buat anggaran yang jelas setiap bulannya. Tulis di buku atau note anda dengan rinci anggaran yang akan anda rancang. jika Anda belum melakukannya karena bingung silahkan mulai buat beberapa pos misalnya untuk pos social, pos dana darurat, pos investasi, pos untuk kebutuhan, dan pos untuk keinginan.

Dari sana anda bisa mulai menganggarkan berapa nominal dari masing masing pos. Silahkan anda hitung dan sesuaikan dengan penghasilan anda saat ini. Jika anda masih bingung silahkan lihat contoh dibawah ini.

 

Contoh anda memiliki income 5 juta rupiah dan anda masih single.

5% Pos sosial = alokasikan untuk bayar zakat, infak dan shodaqoh.

5% Pos Knowledge = alokasikan untuk beli buku, ikut ecourse, ikut seminar yang bisa menambah ilmu anda.

10% Dana Darurat = alokasian sampai mencapai 6x dari pengeluaran bulanan anda.

20% Tabungan & Investasi = Investasi tujuannya untuk jangka panjang , sedang tabungan untuk jangka pendek.

10% Pos Keinginan = alokasikan untuk memenuhi keinginan anda seperti makan di resto, facial, belanja, dll.

50% Pos Kebutuhan = alokasikan untuk memenuhi kebutuhan bulanan anda.

 

Cara membuat anggaran diatas dengan asumsi tidak mempunya hutang. Jika anda masih mempunyai hutang maka tunda dulu 20% pos investasi dan tabungan untuk menyelesaikan hutang anda segera.

Membuat dan tetap berpegang pada anggaran mungkin tampak agak sulit untuk dicapai pada awalnya, tetapi pada akhirnya akan membuahkan hasil. Membuat anggaran membantu anda untuk melihat dengan jelas kemana larinya uanga anda dan untuk mengelola uang anda menjadi lebih baik lagi.

Ini adalah langkah pertama untuk membantu melunasi hutang anda seperti cicilan kendaraan, rumah, dan lain sebagainya. Dan jika anda tidak memiliki hutang anda bisa mulai menabung dan berinvestasi untuk masa depan anda kelak seperti mempersiapkan pensiunan Anda.

Hal ini yang bisa membawa keseimbangan untuk kehidupan finansial serta memberikan anda ketenangan pikiran. Untuk memulai, Anda perlu memahami pengeluaran dan penghasilan Anda untuk mengelola uang Anda dengan lebih baik. Agar anda bisa mengelola Keuangan Pribadi Agar Tidak Boros nantinya.

 

2. Pahami Pengeluaran Anda

Banyak orang yang sebenarnya tidak tahu berapa jumlah total pengeluaran yang dikeluarkan setiap bulannya. Sehingga banyak yang bingung ketika masih tenggah bulan tapi uang sudah mulai habis dan muncullah istilah tanggal tua.

Hal itu pasti terjadi jika anda tidak membuat anggaran. Sehingga ketika anda mendapatkan gaji maka pengeluaran anda akan banyak tersedot ke pos keinginan. Setelah gajian langsung pengen beli ini beli itu nongkrong di cofee shop, pergi ke salon untuk perawatan dan lain lain.

Dalam hati anda mungkin berfikir koq saya bisa tau… he he

Kan saya punya ilmu kebatinan.. cuma bercanda ya..

Saya bisa bilang seperti itu karena saya pernah diposisi anda dan ini juga menjadi banyak problem ketika bertemu dengan klien klien saya sehari hari.

Jika anda diawal gajian sudah banyak mengeluarkan uang untuk pos keinginan atau saya menyebutnya me time maka anda akan mengorbankan pos pos yang lain. Sehingga ketika ditengah bulan anda harus mengeluarkan uang untuk kebutuhan anda maka uang sudah tidak tersedia karena sudah anda habiskan didepan.

Dan karena pos kebutuhan itu wajib untuk dipenuhi maka mau ngak mau anda akan cari cara untuk bisa tetap mendapatkannya. Akhirnya yang banyak dilakukan orang adalah berhutang dan itulah sumber masalah keuangan baru buat anda.

Untuk menghindari hal diatas solusinya adalah dengan mencatat pengeluaran anda selama satu bulan penuh. Catat semua pengeluaran Anda, ambil semua kwitansi anda (belanjaan, tagihan restoran, utilitas, dll.) Dan lihat laporan bank Anda dan jumlahkan semua pengeluaran Anda. Ingatlah untuk mengecek pengeluaran yang dibayar dengan uang tunai serta kartu kredit.

Outputnya adalah untuk membuat semua pengeluaran Anda (baik variabel dan tetap) dicatat untuk mendapatkan jumlah total. Ini akan memungkinkan Anda untuk melihat keseluruhan anggaran pengeluaran dan tahu bagaimana mengelola pengeluaran Anda di masa mendatang.

 

3. Pahami Penghasilan Anda

Tanyakan ke diri anda sendiri, berapa banyak uang yang anda hasilkan  dalam sebulan. Setelah anda membuat catatan dari pengeluaran anda maka saatnya sekarang anda membuat catatan mengenai penghasilan anda.

Dengan membuat catatan mengenai penghasilan anda maka anda bisa membuat anggaran dengan lebih baik. Silahkan anda cek total penghasilan anda dan anda kurangi dengan total pengeluaran anda.

Jika angka menunjukkan minus atau negatif, ini berarti Anda sudah menghabiskan lebih banyak dari yang anda hasilkan. “Tindakan yang harus diambil” Anda harus mengurangi pengeluaran bulanan anda hingga totalnya menjadi berkurang.

Cek kembali pos pos anggaran anda dan lakukan penghematan atau kurangi pengeluaran pengeluaran yang tidak terlalu mendesak seperti langganan TV kabel, langganan fitnes, nonton bioskon, atau apapun yang sifatnya tidak urgent.

Bagaimana jika semua urgent dan penting sehingga tidak bisa lagi dikurangi pengeluaran bulanannya?

Artinya satu satunya cara adalah anda harus menambah penghasilan bulanan anda.

 

menambah penghasilan

 

Jika angka menunjukkan positif, berarti Anda mengeluarkan lebih sedikit dari yang Anda hasilkan. “Tindakan yang harus diambil?” Anda bisa menambah aset, usaha sampingan agar bisa menghasilkan uang lagi ataupun meningkatkan tabungan.

Jika akan membeli aset maka anda bisa mencari aset yang bisa memberikan keuntungan bulanan atau pasif income. Sehingga dari aset tersebut anda akan memiliki tambahan income dan otomatis bisa memperbesar jumlah aset anda kedepannya.

Setelah Anda memahami pengeluaran serta penghasilan, Anda akan memiliki pemahaman yang kuat tentang uang yang masuk dan keluar dalam hidup Anda, kini saatnya mengambil beberapa langkah tambahan untuk mengelola uang Anda dengan sebaik-baiknya.

 

4. Kenali Hutang Anda

Pada dasarnya tidak ada orang yang ingin berhutang . Jika bisa membayar secara tunai maka untuk apa membayar secara kredit. Hanya zaman sekarang eranya justru terbalik. Jika bisa dibayar secara cicilan buat apa dibayar tunai.

Kata kata tersebut pasti sering sekali anda dengar dari iklan di berbagai media, penawaran saat pameran Handpone, pameran laptop , elektronik , dan lain lain. Seolah oleh hutang itu menjadi jalan keluar dari kondisi uang yang kurang.

Padahal darisana lah anda bisa mulai memiliki masalah keuangan. Pada dasarnya hutang ada dua macam yaitu hutang baik dan hutang jahat.

Hutang baik adalah hutang yang dipergunakan untuk membeli atau membiayai suatu aset yang nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu, contohnya kredit saat membeli rumah, tanah, atau pinjaman untuk modal kerja.

Sedangkan hutang jahat adalah hutang yang dipergunakan untuk membeli barang barang yang nilainya cenderung turun dan biasanya konsumtif, contohnya kredit saat membeli kendaraan, elektronik, hp, kartu kredit, KTA, dan lain lain.

Silahkan anda baca pembahasan lengkap mengenai hutang baik dan jahat di artikel melekkeuangan sebelumnya yang berjudul : Tips Mengenali Hutang Baik dan Jahat

 

5. Lakukan Manajemen Resiko dengan Dana Darurat dan Asuransi

Sebaik baiknya manusia berencana tetap Tuhan yang menentukan. Ada batas batas dari kemampuan manusia karena semua keputusan dan kontrol penuh ada pada sang pencipta. Tugas kita sebagai manusia adalah berusaha sebaik yang kita bisa.

Ada kalanya ketika kita sudah menyiapkan anggaran dan perencanaan keuangan dengan matang tapi tiba tiba terjadi kondisi tertentu yang membuat semua rencana kita berantakan.

Contohnya terjadi saat pandemi virus corona saat ini dimana pemerintah meminta kita untuk bekerja saja dari rumah. Dan banyak profesi yang terdampak seperti pariwisata, pengusaha dimall karena harus ditutup dan lain lain.

Ketika kondisi inilah dana darurat anda bisa menjadi penyelamat anda. Masih ingat kan dibahasan saya pada poin nomer 1 bahwa siapkan dana darurat minimal 6x dari pengeluaran.

Jadi jika saat ini anda kehilangan pekerjaan anda punya waktu 6 bulan untuk tetap survive dan mencari cara untuk kembali produktif menghasilkan uang. Itulah fungsi utama dari membuat dana darurat.

Sedangkan asuransi adalah bentuk manajemen resiko jangka panjang yang menjaga kondisi financial anda ketika ada resiko kehidupan seperti sakit dan tutup usia.

Bayangkan jika salah satu korban covid-19 adalah seorang kepala keluarga pencari nafkah yang memiliki istri dan anak anak. Ketika kepala keluarga itu meninggal maka beban untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari akan jatuh kepada istrinya.

Jika selama ini istrinya tidak bekerja maka bisa dipastikan ekonomi keluarga akan meluncur kebawah seperti jet coster karena hilangnya income bersamaan dengan meninggalnya pencari nafkah dikeluarga tersebut.

Jika memiliki asuransi maka keluarga tersebut akan mendapatkan santunan dari perusahaan asuransi . Dana tersebut bisa dijadikan modal awal dan keluarga punya waktu untuk berfikir bagaimana untuk kembali berpenghasilan.

Mereka tidak akan pusing dengan kebutuhan bulanan karena sudah mendapatkan dana santunan yang besar nilainya.

 

6. Persiapkan Hari Tua

Banyak orang yang saat ini lupa untuk mempersiapkan hari tua ,sehingga mereka merasa bahwa uang masih banyak sehingga banyak melakukan pembelian barang barang yang tidak perlu dan cenderung konsumtif.

Kondisi di hari tua adalah kondisi dimana income anda akan terhenti karena anda sudah tidak bekerja lagi sedangkan pengeluaran anda jalan terus.

Jika dana darurat hanya berfungsi untuk mengcover pengeluaran anda selama 6-12 bulan jika ada kondisi darurat , maka pensiun itu waktunya lama dan panjang. Bayangkan jika anda pensiun di umur 55 tahun dan anggap saja harapan hidup orang diIndonesia 70 tahun artinya 15 tahun anda akan menjalani masa pensiun.

Bayangkan jika anda tidak pernah mempersiapkan dan hanya mengandalkan dari pensiunan kantor atau dari BPJS Ketenagakerjaan yang selama ini dikumpulkan. Bagaimana jika hasil uang pensiun anda hanya cukup untuk mencover pengeluaranan anda selama 3tahun saja.

Bagaimana dengan pengeluaran anda ditahun tahun selanjutnya bisa dipastikan  anda akan kesulitan dikemudian hari. Tidak sedikit yang akhirnya harus bekerja lagi dimasa tuanya. Padahal hari tua adalah waktu untuk beristirahat dan menikmati hidup. Lagipula tidak banyak pekerjaan yang tersedia untuk usia diatas 55 tahun kecuali anda adalah expert di suatu bidang tertentu.

Maka dari itu pastikan anda sudah menyiapkan hari tua anda dengan mulai berinvestasi minimal 10% dari income anda setiap bulannya.

 

Demikian 6 Cara Mengelola Keuangan Pribadi Agar Tidak Boros. Ilmu merencanakan keuangan adalah ilmu yang tidak diajarkan di sekolah dan harus kita pelajari sendiri di luar. Jangan pernah berhenti untuk belajar dan jangan lupa untuk mulai praktek.

Semoga isi artikel ini bermanfaat untuk anda sampai bertemu lagi di artikel kami yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: