8 Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Dengan Mudah [TERBUKTI]

8 Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Dengan Mudah [TERBUKTI]

Melekkeuangan.idMenyiapkan dana pendidikan anak

Memiliki buah hati merupakan idaman dan dambaan bagi semua orang tua di dunia. Setelah menikah pasti banyak sekali pertanyaan dari saudara, teman, dan orang tua tentang kehamilan.

Biasanya pertanyaannya seperti ini “Sudah isi belum?”

Hehe untuk anda yang sudah menikah pasti tersenyum membaca pertanyaan diatas…

Karena sudah ngalamin sendiri.

Nah ketika anak masih dalam kandungan biasanya orang tua akan dengan sangat gembira sekali menyiapkan berbagai persiapan anak mulai dari pakaian, tempat tidurnya, mainannya, dll.

Setelah lahir justru banyak orang tua yang lupa akan satu hal …

Apa itu ???

Ya betul menyiapkan biaya pendidikannya..

Untuk mainan dan pakaian orang tua bisa dengan sangat royal untuk mengeluarkan uang dari dompetnya. Sedangkan untuk dana pendidikan masih banyak yang berpikiran ah nanti nanti aja lah…

Hal ini justru sangat bahaya sekali sebab jika tidak disiapkan sedini mungkin justru akan semakin berat kedepannya.

Pada artikel kali ini anda bisa belajar 8 tips menyiapkan dana pendidikan anak dengan mudah.

 

pendidikan anak

 

Alasan Harus Menyiapkan Dana Pendidikan Anak 

Taukah anda bahwa inflasi pendidikan itu bisa 10% -15% setiap tahunnya???

jika anda belum tau apa itu inflasi pendidikan itu apa, inflasi adalah kenaikan biaya pendidikan.

Semakin kesini biaya untuk pendidikan itu semakin mahal, walaupun ukuran mahal ini masih harus kita komparasikan dengan kualitas dari sekolah itu sendiri. Tapi secara garis besar biaya pendidikan di Indonesia memang naik kurang lebih 10% – 15% setiap tahunnya baik itu di level TK, SD, SMP, SMA, KULIAH.

Mungkin setelah membaca hal diatas ada dari anda yang menyangkal, kan bisa masuk sekolah negeri . Betul keputusan untuk menyekolahkan anak anda dimana itu 100 persen kontrolnya ada ditangan anda.

Tetapi anda harus mempertimbangkan juga persyaratan di sekolah negeri, dimana sekarang ada sistem zonasi.  Jika anak anda tidak diterima di sekolah negeri bagaimana???

Tidak mungkin kan anda bilang, Nak maaf ya kamu sekolahnya tahun depan saja. Karena kamu tidak diterima disekolah negeri maka dicoba lagi tahun depan. Soalnya sekolah swasta itu mahal nak.

Pasti sedih kan, dan pasti tidak mungkin anda sanggup mengucapkannya kepada anak anda…

Saya mengambil contoh dari pengalaman pribadi dari saat anak saya mulai sekolah. Saat ini saya tinggal di Semarang dan saat anak saya masuk TK biaya yang dikeluarkan sejumlah 10 juta rupiah.

Anak saya mulai masuk sekolah di bulan juli 2018 artinya datanya masih relevan dengan kondisi saat ini. itu baru TK lo gimana kalau kuliah coba…

Saya ingat betul bahwa waktu saya masuk kuliah tahun 2006 biaya kuliah saya hanya 6,5 juta di  salah satu kampus Negeri di Semarang.

Eh sekarang anak saya masuk TK sudah mengalahkan biaya masuk kuliah bapaknya…hehe

itu baru satu anak gimana kalau punya 2, 3, 4, dan seterusnya.

Kalau jaman dahulu sering ada kalimat banyak anak maka akan banyak rejeki, maka untuk zaman sekarang yang sudah pasti adalah banyak anak banyak biaya. Gimana anda setuju ??? hehe…

 

8 Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Dengan Mudah

menyiapkan pendidikan anak

 

Ada 7 Tips dari melekkeuangan untuk menyiapkan dana pendidikan anak:

 

1.  Rundingkan Dengan Pasangan Mengenai Pendidikan Anak

Hal paling basic ketika anda ingin menyiapkan pendidikan anak adalah dengan berdiskusi dengan pasangan anda mengenai arah yang ingin di tuju. Arah yang dimaksud disini yaitu sampai jenjang pendidikan apa anak anda ingin dipersiapkan.

Contoh yang anda dan pasangan pilih adalah jenjang S1 maka perlu anda diskusikan kembali  S1 didalam atau diluar negeri , selanjutnya anda bisa lebih detailkan apakah jurusan yang anda harapkan. Apakah Ekonomi, Hukum, Kedokteran.

Koq harus serinci itu??? Kan belum tau minat anak saya dimana.

Iya karena biaya dari masing masing fakultas itu berbeda beda dan lebih baik dana pendidikan anda berlebih daripada kurang.

Dan yang terakhir anda bisa rundingkan alokasi budgetnya darimana. Apakah dari income bulanan, atau dari bonus tahunan, atau dari keuntungan investasi dan lain sebagainya.

Pastikan anda dan pasangan saling berkolaborasi dan dan berkomitmen bersama bahwa pendidikan anak adalah hal yang penting dan krusial untuk masa depan anak.

Jika sudah punya komitmen bersama maka anda dan pasangan akan enak dalam mengelola keuangan dan bisa saling menjaga diri dari pembelian barang barang yang tidak perlu karena sudah ada kesadaran bersama untuk meyiapkan pendidikan terbaik untuk anak anda.

 

2. Hitung Biaya Yang Di Butuhkan

Setelah anda sudah sepakat dengan pasangan mengenai arah pendidikan anak anda, maka langkah selanjutnya adalah dengan menghitung biaya yang dibutuhkan.

Silahkan mulai survei pendidikan dari paling dasar yaitu TK, SD, SMP, SMA, dan KULIAH. Anda bisa mulai hunting melalui internet, bertanya pada teman anda yang baru memasukkan anaknya kuliah, atau bisa langsung datang ke lokasi sekolahnya.

Kenapa hal ini perlu dilakukan agar anda bisa tau berapa harga saat ini sehingga anda bisa memperhitungkan biaya pendidikan dimasa yang akan datang atau biasa disebut dengan Future value.

Contohnya adalah

Biaya untuk TK = 10 juta

Biaya untuk SD = 15 juta

Biaya untuk SMP = 20juta

Biaya untuk SMA = 25juta

Biaya KULIAH = 300 juta (fakultas kedokteran)

Jadi total yang dibutuhkan adalah 370juta rupiah dari mulai jenjang TK sampai KULIAH.

Dengan mengetahui nilai saat ini maka anda akan bisa menghitung berapa nilai masa depannya dan dari sana anda bisa mulai menghitung berapa yang harus disisihkan setiap bulannya.

Dilain kesempatan saya akan membahas lebih detail mengenai cara menghitung future value untuk dana pendidikan.

 

3. Pilih Kendaraan Investasi Yang Tepat

Jika anda sudah merinci masing masing biaya pendiikan dan sudah menghitung nilai dimasa yang akan datang atau setelah inflasi maka anda bisa memilah milih kendaran investasi yang tepat untuk menyiapkan dana pendidikannya.

Jadi jangan taruh dana anda di satu tempat saja karena anda harus bisa membedakan antara kebutuhan jangka panjang dan jangka menengah dan pendek

Jangka pendek disini contohnya adalah untuk TK karena waktunya adalah 3 tahun dari sekarang (Asumsi jika anda baru saja memiliki anak).

Lalu untuk jangka menengah adalah SD, SMP, dan untuk jangka panjang adalah SMA dan Kuliah.

agar lebih jelas akan saya jelaskan lebih rinci dibawah ini.

 

TK = 10jt –setelah inflasi– 15jt (jangka waktu 3 tahun) Pilihan investasi (tabungan/deposito syariah)

SD = 15jt — setelah inflasi– 30jt (jangka waktu 7 tahun) pilihan investasi (reksadana campuran/emas/deposito syariah)

SMP = 20jt –setelah inflasi–50jt (jangka waktu 11 tahun) pilihan investasi (reksadana saham/tanah/emas)

SMA = 25jt –setelah inflasi–75jt (jangka waktu 14 tahun) pilihan investasi (reksadana saham,saham,emas,property)

KULIAH = 300JT –setelah inflasi–1Milyar (Jangka waktu 17 tahun) pilihan investasi (saham, property, bisnis)

 

Note: Angka setelah inflasi hanyalah contoh (bukan merupakan perhitungan future value sebenarnya)

Jadi dari masing masing jenjang pendidikan anda harus menghitung berapa biaya yang dibutuhkan dan hitung biaya setelah infllasi lalu pilihlah kendaraan investasi yang tepat.

baca juga :

13 Tips Investasi Yang Aman Dan Menguntungkan Untuk Pemula

 

4. Cek Berapa Nilai Aset Tunai Anda Saat Ini.

Sekarang anda boleh cek berapa aset tunai yang anda miliki saat ini. Jika memiliki dana tunai anda bisa mulai mencicil untuk melengkapi tujuan keuangan pendidikan anak yang sudah dibuat diatas.

Contohnya anda memiliki dana 100 juta anda bisa memecahnya menjadi beberapa bagian dan mulai menyiapkan pembukaan rekening dari masing masing jenjang pendidikan yang anda.

Misalkan anda ingin mulai dengan jenjang TK dan anda tau bahwa besok pada saat anak anda sekolah dibutuhkan biaya 15jt , lalu anda memilih investasi di deposito syariah dengan bagi hasil 4% nett maka anda cukup menginvestasikan 13,5jt saja.

Koq bisa gitu mas???

Iya bisa karena jika anda mendepositokan uang 13,5 jt dengan bagi hasil 4% maka setelah 3 tahun uang anda akan berkembang menjadi 15jt dan siap untuk anak anda masuk TK.

Nah itulah fungsi dari Investasi yaitu kendaraan untuk membawa anda lebih cepat menuju tujuan keuangan anda.

Untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan Kuliah silahkan anda buat breakdownnya seperti contoh saya diatas ya. Saya takutnya artikelnya kepanjangan kalau saya bedah satu per satu.

 

5. Lakukan Evaluasi Hasil Investasi Secara Berkala

Ketika sudah berinvestasi maka anda patut mereview atau melakukan pengecekan secara berkala terhadap investasi anda. Apakah kenaikan atau return yang dihasilkan sesuai dengan yang anda harapkan atau tidak.

Jangan sampai anda cuek saja tanpa peduli dimana duit anda ditaruh. Karena setiap investasi memiliki plus minus dan resiko resiko tersendiri.

Contoh paling terkini adalah kondisi harga saham di tahun ini dimana setelah kasus covid-19 merebak maka bursa saham berdarah darah dan terjadi penurunan nilai saham yang sangat dalam.

Bisa dibilang harga saat ini sama dengan harga 4 tahun lalu. Sehingga untuk orang orang yang sudah berinvestasi disana selama 4 tahun keuntungannya hilang seketika.

Hal ini bisa anda cegah dengan melakukan cut loss atau melakukan penjualan saham ketika tren turun sudah terlihat dan anda bisa terhindar dari kerugian.

Maka dari itu penting sekali untuk melakukan review secara rutin terhadap investasi yang anda lakukan.

 

6. Lakukan Diversifikasi

Jangan pernah memasukkan uang anda hanya dalam 1 instrumen investasi saja. Jadi tempatkan uang anda pada beberapa instrumen investasi sehingga jika terjadi resiko kerugian maka akan bisa tertutupi dengan investasi anda yang lain.

Karena kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan Tuhanlah yang maha menentukan. Maka dari itu kita bisa meminimalisir resiko dengan melakukan diversifikasi investasi.

Jadi anda bisa melakukan diversifikasi semisal anda memilih untuk berinvestasi di saham dan anda mendapatkan keuntungan cukup besar maka keuntungan tersebut bisa anda alihkan untuk membeli emas atau dideposito syariah, atau dibelikan property.

Jadi akan lebih baik jika anda memiliki banyak investasi dibeberapa tempat. Karena beberapa investasi selain memberikan keuntungan berupa capital gain (keuntungan dari kenaikan harga) juga memberikan income pasif,contohnya adalah Property.

 

7. Pindah Investasi Ke Instrumen Aman Mendekati Jatuh Tempo.

Ini adalah salah satu tips penting yang wajib anda ketahui. Ketika time limit atau waktu untuk anak anda membutuhkan dana pendidikan semakin dekat maka pastikan anda menempatkannya di instrumen yang aman.

Maksudnya gimana mas???

Jadi misalkan anda memilih instrumen investasi saham untuk perencanaan kuliah anak anda. Dimana anda mempunyai time limit atau jangka waktu 17 tahun untuk mempersiapkan kuliah. Maka di tahun ke 15 anda sebaiknya memindahkannya ke Instrumen yang lebih aman.

Contohnya anda memindahkannya ke instrumen tabungan atau deposito syariah . Hal ini perlu dilakukan karena jangka waktu menuju waktu anda kuliah sudah dekat. Dan ingat bahwa untuk tujuan jangka pendek maka pastikan taruh ditempat yang aman.

Anda butuh ketenangan dan jangan sampai anda masih terus was was jika dana anda masih tersimpan disaham karena walaupun ada potensi uang anda naik lagi tapi juga ada resiko uang anda turun disana.

Begitu pula jika pilihan investasi yang anda pilih adalah propery. Silahkan anda jual di tahun ke 15 karena untuk menjual property butuh waktu . 2 tahun adalah waktu yang cukup untuk menjualnya.

Hal ini juga penting untuk anda lakukan karena sifat dari property ini adalah tidak liquid atau tidak mudah dicairkan. Jangan sampai ketika anda sudah butuh uangnya segera tapi propertynya belum terjual. Wah bahaya itu…

 

8. Mulai Dari Sekarang

Sehebat hebatnya tips yang anda ketahui atau anda kuasai maka akan percuma jika tidak dipraktekkan. Maka dari itu ketika anda sudah mengetahui step by stepnya maka silahkan anda mulai lakukan perencanaan pendidikan.

Karena semakin cepat anda menyiapkan dana pendidikan maka akan semakin ringan pula dana yang harus disiapkan. Jika anda baru memulainya ketika anak anda berusia 5 tahun maka akan lebih banyak dana yang harus anda siapkan setiap bulannya.

Dan jika sama sekali anda tidak menyiapkan dana pendidikan untuk anak anda maka anda akan beresiko untuk memiliki hutang dimasa depan. Karena suka tidak suka, mau tidak mau di Usia 18 tahun anak anda akan masuk Kuliah dan anda butuh dana besar.

Pilihannya ada 3 saat ini yaitu anda mempersiapkan mulai saat ini, anda menjual aset anda ketika butuh dana untuk kuliah, dan yang ketiga anda harus berhutang jika anda tidak memiliki aset.

Jadi mana pilihan anda…?

Semoga anda memilih yang pertama karena panjang panjang saya buat artikel ini tujuannya tidak lain dan tidak bukan agar semakin banyak orang yang lebih peduli untuk menyiapkan dana pendidikan.

Dan langkah langkahnya sudah saya jelaskan diatas.

Jika anda membutuhkan jasa konsultan keuangan profesional untuk membantu anda membuat education plan untuk anak anda silahkan hubungi saya disini

 

Demikianlah 8 tips menyiapkan dana pendidikan anak dengan mudah. Mohon maaf jika pembahasannya sangat panjang karena saya ingin agar materi ini anda kuasai sepenuhnya. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan hubungi saya .

Dan jika anda merasa informasi ini bermanfaat untuk anda silahkan share melalui media social yang ada dibawah agar semakin banyak orang yang mendapatkan informasi bagus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: