Tips Lakukan Rencana Keuangan Pribadi

Tips Lakukan Rencana Keuangan Pribadi

Buatlah Rencana Keuangan Anda

 

Kekayaan seseorang sebenarnya tidak dihitung dari besarnya penghasilan tetapi seberapa besar yang mampu ditabung setiap bulannya. Banyak orang salah kaprah mengenai hal ini. Ada seorang klien yang sharing ke saya bahwa dia tidak memiliki budget untuk membuat dana darurat, membeli asuransi, apalagi berinvestasi. Beliau tidak memiliki rencana keuangan yang jelas.

Beliau merasa bahwa setiap bulannya gajinya selalu habis entah kemana. Dan parahnya beliau tidak pernah mencari tau kebocoran keuangan yang sedang dihadapinya. Tanpa sadar tahun demi tahun berlalu dan ketika tagihan hutang mulai bermunculan barulah klien saya ini sadar. Apakah anda juga sedang merasakan hal yang sama dengan klien saya ini .

Yang perlu anda lakukan jika mengalami masalah keuangan adalah dengan membuat rencana keuangan. Hal ini penting agar anda tidak terjebak pada pengelolaan uang yang kacau dan anda bisa memulai menata masa depan anda dengan mulai membuat rencana keuangan. dan step awal yang harus dimulai adalah dengan cara memahami mana yang jadi kebutuhan dan mana yang sekedar keinginan anda.

 

Rencana Keuangan

Membedakan Antara Keinginan dan Kebutuhan

Hal pertama yang harus anda lakukan untuk mulai berubah adalah belajar untuk membedakan mana yang merupakan kebutuhan mana yang hanya sekedar keinginan anda. Bisa jadi hal inilah yang membuat anda selama ini tanpa sadar banyak membuang buang uang anda untuk sesuatu yang tidak perlu.

Kebutuhan  menurut wikipedia adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan hidup serta untuk memperoleh kesejahteraan dan kenyamanan. Dari pengertian diatas bisa anda amati bahwa yang menjadi fokus disini adalah kebutuhan berfungsi untuk mempertahankan hidup.

Sedangkan keinginan menurut wikipedia adalah hasrat, kehendak, dan harapan untuk pemuas kebutuhan. Jadi bisa disimpulkan bahwa keinginan itu bukan berfokus pada fungsi mempertahankan hidup tetapi hanya berupa dorongan hasrat dan harapan manusia sendiri. Bagaimana membedakan antara kebutuhan dan keiginan dalam hal keuangan.

Saya akan berikan contoh kepada anda. Jika anda lapar pasti anda akan mencari makanan karena lapar adalah sifat alamiah seorang manusia. Makanan disini akan menjadi kebutuhan anda. Jika anda makan di warung dengan lauk Ayam dan segelas es teh biaya yang dihabiskan mungkin sekitar Rp 20.000. Ini merupakan contoh anda memenuhi kebutuhan anda.

Tetapi jika ketika lapar anda justru masuk ke kafe membeli beberapa cemilan, jus, dan es krim sebagai penutup hidangan anda mungkin biaya yang anda habiskan bisa jadi Rp 100.000. Dengan memakan hidangan di kafe tersebut saya yakin anda juga akan kenyang tetapi coba lihat perbandingan biaya yang anda keluarkan. Hal ini merupakan contoh anda hanya mengikuti keinginan anda saja.

Contoh diatas mungkin sering sekali anda temui disekitar anda atau malah mungkin anda sendiri sering sekali mempraktekkannya. Ketika kerjaan sedang banyak dan anda ingin bersantai dan ngopi dengan rekan kerja anda kemanakah tempat yang anda tuju. Cofee Shop di Mall  pasti jadi tempat yang sangat asik sekali tetapi pikirkan kembali berapa yang akan anda belanjakan nanti.

Jika 1 Cofee harganya Rp 50.000 kenapa tidak anda beli kopi di warung biasa yang harganya pasti dibawah itu. Toh yang menjadi kebutuhan anda adalah ngobrol yang berkualitas dengan rekan rekan anda. Dan yang akan anda minum sama sama kopi.

Ketika anda sudah bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan maka hidup anda akan lebih terencana. Anda akan mulai bisa menyisihkan uang dan bisa anda alokasikan untuk di investasikan. Sesekali anda boleh memberi reward kepada diri anda dengan makan direstoran enak atau nongkrong di cofee shop. Hal ini menjadi sesuatu hal yang positif dibanding anda terus mengikuti lifestyle .

 

Menabung Bukan di Sisakan Tapi di Sisihkan

 

Hari ini kecenderungan orang dalam mengelola uang adalah membelanjakan terlebih dahulu, baru kemudian menabung sisanya. Sehingga karena pola pikir manusia itu adalah mencari kenikmatan dan menghindari sengsara maka akan sangat sulit sekali untuknya menabung di akhir bulan karena mindsetnya ketika masih ada uang di rekening artinya masih bisa belanja dan jajan. Toh akhir bulan akan segera gajian lagi.

Kalau mindset ini yang terus ada dipikiran anda. Percayalah berapa pun besarnya gaji anda maka saya jamin gaji anda akan tetap habis juga dan anda tidak akan pernah bisa menabung untuk selamanya. Karena menabung itu bermula dari kebiasaan yang dibentuk secara disiplin dan konsisten.

Mungkin biasanya anda setiap bulan begitu mendapat gaji langsung digunakan untuk membayar cicilan rumah, mobil atau motor, kartu kredit, listrik, air, telepon, uang sekolah anak, dan tentu saja kebutuhan sehari-hari. Karena pola yang terbentuk adalah membelanjakan dulu semua kebutuhan dan keinginan baru menyisakan untuk ditabung. Dengan cara seperti ini, biasanya tidak ada uang yang tersisa untuk ditabung.

Kalaupun ada, hampir pasti akan habis terpakai di bulan-bulan berikutnya. Belum lagi, di zaman modern ini anda bisa membeli barang apapun secara kredit. Baik berbelanja langsung di mall ataupun online semua menyediakan cara bayar hutang. Hal ini bukan hanya membuat banyak orang sulit memiliki tabungan, tapi juga mendorong anda mempunyai tambahan utang setiap bulannya.

 

Pay Yourself First

Jika Anda pernah membaca buku-buku pengelolaan keuangan, Anda tentu ingat prinsip dasar dan paling terkenal dari ilmu perencanaan keuangan.

Menurut prinsip ini, setiap kali Anda menerima uang hasil pendapatan kerja, Anda harus segera mengalokasikan beberapa persennya untuk ditabung atau diinvestasikan (pay yourself first).

Ibaratnya Anda sudah kerja berangkat pagi pulang malam insyaallah semua itu akan terbayar dengan gaji atau penghasilan diakhir bulan. Dan ketika gaji itu datang dengan pikiran pendek anda langsung ingin balas dendam dengan alasan ME TIME. Mungkin anda akan ke langsung makan enak di restoran, nongkrong di cofee shop ataupun langsung perawatan ke salon untuk wanita.

 

 

Shoping

 

Dan tanpa sadar 40% dari penghasilan anda habis di minggu pertama. Mulai muncullah istilah tanggal tua di akhir bulan. Akhirnya ketika tanggal tua datang dan anda terbiasa dengan lifestyle anda maka pasti anda akan mulai berhutang. Dan begitu gajian anda harus membayar hutang anda diakhir bulan. Sehingga gajian anda tidak akan pernah terasa utuh.

Dan hal ini akan terus berulang dan membentuk pola seperti lingkaran tikus yang tidak akan pernah bisa berhenti kecuali anda sendiri yang memutusnya. Apakah selalu menuruti semua keinginan adalah hal yang salah. Tidak ada yang salah dengan semua hal diatas karena manusiawi sekali kalau manusia memiliki banyak keinginan dalam hidupnya.

 

lingkaran tikus keuangan

 

Tetapi pastikan anda ubah mindset anda dengan memberi penghargaan kepada diri anda yang sudah bekerja keras dengan cara MENYISIHKAN 10%-20% penghasilan anda untuk hari tua anda kedepannya. Karena menjadi tua adalah suatu kepastian dan ada saatnya anda harus berhenti bekerja dan menikmati HARI TUA anda

Ketika masa pensiun tiba tabungan yang anda sisihkan selama ini yang akan jadi penolong anda. Sekarang anda sudah tau betapa pentingnya memberi penghargaan pada diri sendiri PAY YOURSELF FIRST.  Maka segeralah rubah pola lama anda ketika anda pendapatkan gaji atau penghasilan

Pastikan anda SISIHKAN tabungan anda didepan. Setelah itu baru habiskan sisanya untuk KEBUTUHAN dan KEINGINAN anda. Anda tetap bisa shoping,nongki di cofee shop atau hal lain yang anda senangi setelah anda berhasil MENYISIHKAN tabungan untuk diri anda didepan.

Pelajari ilmu perencanaan keuangan di blog melekkeuangan sehingga masa depan anda akan tertata dengan baik dan jika anda membutuhkan jasa konsultan untuk membantu anda merencanakan keuangan anda silahkan KLIK DISINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: